JERITAN IBU PERTIWI
Pemuda, dulu aku sangat bangga padamu
Berjuang keras tanpa pamrih demi merebut hak kemerdekaan ku
Tak patah ketika senapan serdadu menatap matamu
Tek lelah ketika harus melangkah dari bukit ke bukit lagi
Wahai pemuda engkau dulu tak gentar meski kau tembus
gelapnya malam
Melawan sang musuh demi mimpi yang menghantuimu
Kemerdekaan
Dulu kau selalu teriakkan kata kemerdekaan
Berfikir, berdiskusi , membuat taktik perang, dulu kau
lakukan
Bersatu, dari daerah ke daerah hingga nusantara
Hanya untuk meraih sebuah arti kemerdekaan
Wahai Pemuda
Sekarang aku sedih , kesedihan ini sangat mendalam
Melihatmu bertengkar satu sama lain, bermusuhan , hingga
tawuran
Melihatmu terbuai dengan nuansa kapitalis dan harta
Melihatmu lupa akan
dulu yang pernah kau ucapkan
Wahai Pemuda
Apalah arti diriku tanpa kehadiranmu
Aku tunduk terhadap kepemimpinanmu
Jika kau terus seperti ini, akan menjadi apa diri ku ini?
Akan kah kau bawa aku menuju sebuah kerusakan, kehancuran
bahkan kehinaan?
Wahai Pemuda
Aku rindu dirimu yang dulu,
Ketika kau mengucapkan sumpah mu
Sumpah Pemuda tanda bakti untuk negeri mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar