Para
ekonom memfokuskan pada manfaat yang terkait dengan pekerjaan dan
karier yang diterima dari perguruan tinggi oleh mereka yang kuliah dan
lulus bukan karena mereka hanya memikirkan uang, tetapi mereka ingin
melihatapakah perubahan yang disebabkan oleh kuliah diperguruan tinggi
meningkatkan produktivitas (yakni, menghasilkan modal manusia) dan
dengan demikian meningkatkan pendapatan.
(Schultz,1961)
menghipotesiskan bahwa kuantitas dan kualitas pendidikan yang didapat
oleh suatu individu memberikan kontribusi pada modal manusianya, yang
menghasilkan kapasitasproduksi yang lebih besar. Modal manusia satu
individu selalu bergantung pada faktor-faktor disamping pendidikan
(seperti; kesehatan, motivasi, kemampuan bawaan, dan status social
ekonomi).
Manfaat
dari perguruan tinggi yang berhubungan dengan keuntungan penghasilan
dan gengsi social pada dasarnya berkaitan dengan penawaran dan
permintaan akan pekerja berpendidikan perguruan tinggi. Kapanpun ada
penawaran yang lebih besar dan penawaran lebih sedikit harga naik.
(Rumberger,
1986) mengemukakan bahwa pendidikan sekolah tambahan tidak selalu
secara otomatis dihargai dengan pendapatan yang lebih tinggi. Menurut
Rumberger, pendidikan sekolah khusus untuk pekerjaan tertentu. Yakni,
ketika para pekerja memperoleh pelatihan berdasarkan pada penilaian
mereka sendiri atau satu penilaian independent terhadap apa yang
dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut, pelatihan tersebut dihargai dengan
gaji yang lebih tinggi, sementara pelatihan lain yang tidak bersifat
khusus untuk satu pekerjaan tertentu mungkin tidak begiti dihargai.
Dinegara-negara
lain, proporsi penduduk yang memenuhi syarat yang telah kuliah
diperguruan tinggi biasanya jauh lebih rendah daripada Amerika Serikat.
Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi dinegara-negara lain dapat
mempunyai kemungkinan lebih kecil untuk mendapati dirinya tidak dihargai
dipasar kerj. Di Amerika Serikat sulit untuk berpendapat bahwa setiap
tingkat kejenuhan ditingkat S1 dapat menyebabkan kelebihan pendidikan
pendidikan dalam artian umum, karena hasil-hasil kejuruan merupakan
bagian kecil dari total manfaat pendidikan ditingkat tersebut. Terkait
dengan pasar kerja, apa yang dibutuhakan untuk individu bias merupakan
pemborosan bagi perekonomian secara keseluruhan (contohnya, gelar S1
dapat dibutuhkan untuk mengajar sejarah kelas empat, tetapi mungkin
tidak ada kebutuhan guru sejarah lagi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar