Blogger

Rabu, 19 September 2012

Tantangan Pendidikan Bermutu Serta Peningkatan Kualitas Guru
ImagePeran sorang guru sebagai pendidik sangatlah besar.  Apalagi dalam kontek kini guru lebih diberikan perannya dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan sebagai seorang guru.  Dengan demikian kehadiran atau peran guru dalam kehidupan masyarakat sangat besar yang dalam masyarakat kita dikenal dalam ungkapan pribahasa lama sebagai yang digugu dan ditiru.  Namun saying penghargaan terhadap profesi guru tidak serta merta tampak sekuat pribahasa tersebut dalam realita yang sebenarnya di lapangan.  Meskipun seringkali dikatakan bahwa profesi guru merupakan profesi yang mulia, namun realitas mengatakan bahwa guru merupakan pilihan profesi yang paling buncit diantara deretan profesi yang ada seperti dokter, insinyur, akuntan, advokat, artis, demokrat, dan sebagainya.
Produk regulasi yang memberikan apresiasi secara khusus terhadap profesi guru dan perannya dalam pembangunan bangsa ini baru berhasil diterbitkan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, sehingga tidak mengherankan jika profesi guru masih seperti garam di tengah-tengah aneka sajian makanan, artinya makanan tersebut tidak akan berasa apa-apa jika tidak dibumbui dengan garam. 

Desakan dunia untuk meningkatkan kualitas guru, sosok yang berperan penting dalam pencapaian pendidikan bermutu.  Tersedianya guru yang berkualitas, menjadi salah satu tantangan terbesar dunia saat ini guna mencapai pendidikan untuk semua orang.  Oleh karena itu pemerintah  diminta untuk membuat kebijakan nasional yang menjamin tersedianya guru yang berkualitas dan meningkatnya kesejahteraan guru.  Tantangan dunia pendidikan makin berat.  Indeks prestasi Indonesia dibidang pendidikan masih rendah.  Meskipun demikian siapapun tidak dapat menyangkal bahwa mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru.  Guru menjadi factor pertama dan penentu keberhasilan proses implementasi suatu pembaharuan kebijakan pendidikan, usaha inovasi atau program peningkatan mutu pendidikan, dan demokratisasi pendidikan. Peran guru dengan demikian merupakan prasyarat untuk mewujudkan pendidikan bermutu, akan tetapi model dan prilaku guru seperti apa yang menjadi prasyarat  sebuah tujuan pendidikan jangka panjang.  Pesatnya perkembangan ekonomi dan sosial kedepan tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan dan guru.  Guru pada masa yang akan dating harus memiliki kompetensi yang lebih professional ketimbang eksistensi mereka saat ini.

Tantangan ini jelas merupakan kenyataan yang tidak mudah bagi dunia pendidikan, mengingat begitu banyaknya problematika guru dari mulai tingkat kesejahteraannya, kompetensi, dan visi yang harus dituju. Berbicara mengenai guru dan mutu pendidikan seringkali difokuskan pada kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah dan pembelajaran di kelas.  Meskipun pendidikan memiliki makna yang luas dan tidak terbatas pada dunia kelas dan sekolah semata, tuntutan terhadap kualitas guru dan proses pembelajaran yang baik akan tetap menjadi perhatian setiap orang.  Dalam kajian tentang pengembangan mutu pendidikan, mutu kelas dan mutu pembelajaran merupakan dasar dari terciptanya pendidikan yang baik.

ImageTerdapat hubungan yang kuat antara apa yang dilakukan oleh para guru dan apa yang dicapai peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu guru efektif adalah mereka yang mampu mencapai tujuan yang ditetapkan oleh dirinya sendiri untuk orang lain. Dengan demikian guru efektif harus memiliki dan secara tepat mampu menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari suatu proses pembelajaran.  Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi, sedangkan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan dalam proses pembelajaran dikelas merupakan performansi guru.  Oleh karena itu efektivitas guru harus dipahami dalam konteks hubungan antara komptensi guru dan performansi guru dengan pencapaian tujuan.  

Seorang guru efektif dapat dipahami dari beberapa dimensi yaitu (1) profsionalitas, sebuah komitmen dalam menjalankan fungsi agar peserta didik berhasil, percaya, selalu siap menghadapi tantangan, amanah serta menghargai keragaman anak didik; (2) kemampuan berpikir secara analitik dan konseptual; (3) memiliki dorongan yang kuat untuk melakukan perbaikan, keingintahuan yang tinggi dan inisiatif, dan serta (4) leadership, kemampuan sekaligus ketrampilan seorang guru untuk memimpin sekaligus bertanggung jawab, serta memiliki antusiasme terhadap keseluruhan proses pembelajaran yang mandiri dan efektif.  

Sebuah proses pembelajaran dapat dikatakan bermutu jika prosesnya dilakukan secara efektif dengan empat indikator di atas. Karena itu pmbelajaran bermutu seringkali disebut dengan pembelajaran efektif, sebuah proses yang tidak hanya sekedar berkomunikasi dua arah atau transmisi informasi semata, tetapi juga dicirikan dengan terjadinya interaksi antara guru dan peserta didik dalam bingkai tujuan akademis.  Dengan demikian, pembelajaran bermutu diharapkan akan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang memberikan harapan belajar jelas, mengakui serta melakukan assessment belajar peserta didik secara adil dan kredibel, memberikan model dan analisis berpikir secara kompleks, menimbang assessman autentik setiap peserta didik yang melakukan pemantauan secara mandiri terhadap proses pembelajaran yang mereka alami.  Dengan begitu pengajaran yang efektif dapat disebut sebagai praktek pembelajaran terbaik dari aspek pemanfaatan hasil belajar (outcome), memiliki kejelasan dan pembelajaran, keterlibatan penuh anak didik dari awal sampai akhir, serta antusiasme guru terhadap seluruh proses pembelajaran di kelas, termasuk di dalamnya usaha menciptakan lingkungan belajar yang posisitif. (Zan/BF/Tim BJ/Humas Lambar, dikutip dari berbagai sumber).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar